Skip to main content

NADHOM ALFIYYAH IBNU MALIK.MP3 FULL

NADHOM ALFIYYAH IBNU MALIK MP3


Alfiyyah Ibnu Malik merupakan kitab yang berisikan 1002 nadhom, rasanya Nadhom yang satu ini begitu erat melekat dalam tradisi pendidikan di Pesantren Seantero Nusantara. Seakan belum lengkap rasanya menjadi santri jika belum pernah hafal nahdom yang satu ini. 

Karena jumlahnya yang sangat banyak sehingga tingkat kesulitannya pun sangat tinggi, sehingga banyak sekali santri dimanapun selalu punya cerita tersendiri dalam menghafalkan nadhom Alfiyyah ini. 

Di Pesantren Al Mas'udiyyah sendiri, Nadhom Al Fiyyah Ibnu Malik merupakan kurikulum wajib Madrasah (MAM), yang dibagi menjadi 2 kelas, Yakni Kelas 1 Ulya dan 2 Ulya. atau Al Fiyyah Awal Dan Tsany. 

Kisah tentang Alfiyyah Ibnu Malik Di Kalangan Pesantren Di Indonesia sangatlah erat dengan sosok KH Kholil Bangkalan, yang menurut cerita turun - temurun, beliau sangat sering menghukumi berbagai masalah yang terjadi dengan tendensi nadhom yang satu ini. 


Oke untuk membantu Kang - Kang dan Mbak - Mbak Santri menghafal pada era digital seperti ini. Saya bagi Nahdom Alfiyyah dengan Berbagai Versi 

1. Nadhom Al Fiyyah. Mp3

- Al Fiyyah 001- 051 
- Al Fiyyah 052-105
- Al Fiyyah 106-142
- Al Fiyyah 143-205
- Al Fiyyah 206-302
- Al Fiyyah 303-355
- Al Fiyyah 356-419
- Al Fiyyah 420-456
- Al Fiyyah 457-505
- Al Fiyyah 506-539
- Al Fiyyah 540-600
- Al Fiyyah 601-708
- Al Fiyyah 709-790
- Al Fiyyah 791-854
- Al Fiyyah 855-899
- Al Fiyyah 900-942
- Al Fiyyah 943-975
- Al Fiyyah 976-1002

Comments

Popular posts from this blog

PROFIL PONDOK PESANTREN ASSALAFIYYAH AL MAS'UDIYYAH BLATER

PROFIL PONDOK PESANTREN ASSALAFIYYAH AL MAS'UDIYYAH BLATER Sekretariat : Dsn. Blater Ds. Jimbaran Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah Kode Pos 50651 Telp. (0298) 7136379 Hp:081 325 531 090 Email: pondok_blater@gmail.com Website: www.pondoksalaf_blater.org KATA PENGANTAR Ada beberapa ribu pondok salaf bahkan puluhan ribu pondok pesantren yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Dari pondok pesantren yang kecil yang muridnya hanya puluhan santri sampai pondok pesantren yang besar dengan murid mencapai ribuan santri. Setiap pondok pesantren mempunyai ciri khas sendiri-sendiri karena pondok pesantren dibentuk sesuai dengan maziyah dari kyai yang mendirikannya. Podok pesantren merupakan subsyistem tersendiri yang menjadikan kyai sebagai figur central. Seluruh warga pondok ( santri ) merupakan satu kesatuan system. Seluruh kegiatan dan aktifitas pondok pesantren adalah merupakan pelaksanaan aturan-aturan yang mengikat seluruh warga pondo...

SOROF BAGI PEMULA BAB VI : BINA' AJWAF

2. Bina’ ajwaf. a. Pengertian i. Bina’ ajwaf adalah kalimah yang ‘ain fi’ilnya berupa huruf ilat (bangsa perut). Contoh: قَالَ اصله قَوَلَ. بِهِ وَإِنْ بِجَوْفِهِ اجْوَفًا عُلِمْ وَنَاقِصًا قُلْ كَغَزَا إِنِ اخْتُتِمْ Bina’ ajwaf ini biasanya tertentu pada tiga bab . Yaitu: 1) فعَل - يفعُل. Contoh: قَالَ – يَقُوْلُ. 2) فعَل - يفعِل. Contoh: بَاعَ – يَبِيْعُ. 3) فعِل - يفعَل. Contoh: خَافَ – يَخَافُ. ii. Bina’ ajwaf adalah kalimah yang ‘ain fi’ilnya berupa huruf ilat. Contoh: صَامَ اصله صَوَمَ.(wawu di ganti menjadi alif,karena wawu berharokat  dan harokat sebelumnya berupa fathah). b. Pembagian. Bina’ ajwaf dibagi menjadi 2 1) Ajwafwawi. Bina’ ajwaf wawi adalah kalimah yang ‘ain fi’ilnya berupa huruf wawu. Contoh:قَال اصله قَوَلَ. 2) Ajwaf ya’i. Bina’ ajwaf ya’i adalah kalimah yang ‘ain fi’ilnya berupa huruf ya’. Contoh: سَارَ اصله سَيَرَ. Pengi’lalan tersebut dengan dasar: أَلِـفًا اِبْدِلْ بَـعْدَ فَتْحٍ مُتَّصِلْ مِنْ وَاوٍ أَوْ يَاءٍ بِتَحْرِيْك...

NAHWU BAGI PEMULA BAB VI : KALIMAT ISIM YANG DIBACA JER

MAHFUDHOTUL ASMA’ KALIMAT – KALIMAT ISIM YANG DIBACA JER Kalimat isim yang dibaca Jer disebabkan 3 hal : yakni: 1. Menjadi Mudhof Ilaih ( مضاف إليه)   contoh : أركان الإسلامِ 2. Menjadi Jer Majrur : Kalimat yang dibaca jerk arena kemasukan huruf Jer : مررت بزيدٍ 3. Menjadi Salah satu dari Isim Tabi’ (Tabi’ Sekawan) :          a. Menjadi naat yang ma'utnya majur :  مررت بزيدٍ العاقلِ        b. Menjadi athof yang ma'thufnya majrur :مررت بزيدٍ وعمرٍ        c. Menjadi taukid yang muakkadnya majrur : مررت بزيدٍ نفسهِ        d. Menjadi badal yang mubdal minhunya majrur: مررت بزيدِ اخيك