Skip to main content

QOIDAH SHORFIYYAH KE-4: PENGGANTIAN HUKUM WAWU DAN YA' PADA AHIR KALIMAT

QOIDAH KE -4 

وان هما محركين فى طرف     مضارع لم ينتصب سكن تخف
نحو الذى جا من رمى او من عفى         او من خشى و يا ذاقلب الفا
Wawu atau yang yang berada pada ahir kalimat fiil mudhori', harus dibaca sukun yang disamarkan. 
contoh : يَغْزُو - asalnya dari ( يَغْزُوُ (يَفْعُلُ dan يَرْمِى 

Comments

Popular posts from this blog

NAHWU BAGI PEMULA BAB VI : KALIMAT ISIM YANG DIBACA JER

MAHFUDHOTUL ASMA’ KALIMAT – KALIMAT ISIM YANG DIBACA JER Kalimat isim yang dibaca Jer disebabkan 3 hal : yakni: 1. Menjadi Mudhof Ilaih ( مضاف إليه)   contoh : أركان الإسلامِ 2. Menjadi Jer Majrur : Kalimat yang dibaca jerk arena kemasukan huruf Jer : مررت بزيدٍ 3. Menjadi Salah satu dari Isim Tabi’ (Tabi’ Sekawan) :          a. Menjadi naat yang ma'utnya majur :  مررت بزيدٍ العاقلِ        b. Menjadi athof yang ma'thufnya majrur :مررت بزيدٍ وعمرٍ        c. Menjadi taukid yang muakkadnya majrur : مررت بزيدٍ نفسهِ        d. Menjadi badal yang mubdal minhunya majrur: مررت بزيدِ اخيك

PROFIL PONDOK PESANTREN ASSALAFIYYAH AL MAS'UDIYYAH BLATER

PROFIL PONDOK PESANTREN ASSALAFIYYAH AL MAS'UDIYYAH BLATER Sekretariat : Dsn. Blater Ds. Jimbaran Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah Kode Pos 50651 Telp. (0298) 7136379 Hp:081 325 531 090 Email: pondok_blater@gmail.com Website: www.pondoksalaf_blater.org KATA PENGANTAR Ada beberapa ribu pondok salaf bahkan puluhan ribu pondok pesantren yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Dari pondok pesantren yang kecil yang muridnya hanya puluhan santri sampai pondok pesantren yang besar dengan murid mencapai ribuan santri. Setiap pondok pesantren mempunyai ciri khas sendiri-sendiri karena pondok pesantren dibentuk sesuai dengan maziyah dari kyai yang mendirikannya. Podok pesantren merupakan subsyistem tersendiri yang menjadikan kyai sebagai figur central. Seluruh warga pondok ( santri ) merupakan satu kesatuan system. Seluruh kegiatan dan aktifitas pondok pesantren adalah merupakan pelaksanaan aturan-aturan yang mengikat seluruh warga pondo...

SOROF BAGI PEMULA : BAB V : BINA' MITSAL

BINA' MISTAL a.     Pengertian bina’ mitsal       i.      Bina’ mitsal adalah kalimah fi’il madhi yang awalnya berupa huruf ilat. فَسَمِّ مُعْتَلًا مِثَالًا كَوُضِحْ [1] فَإِنْ يَكُنْ بِبَعْضِهَا المَاضِي افْتُتِحْ Contoh: يَسَرَ, وَضَحَ . Catatan: Bina’ mitsal bisa masuk kesemua wazan tsulasi mujarrod, kecuali wazan فَعَلَ –   يَفْعُلُ .     ii.      Bina’ mitsal adalah kalimah yang fa’ fi’ilnya berupa huruf ilat. فَسَمِّـهِ الْـمِثَالَ خُذْ نَـحْوَ وُعِــلْ [2] فَـأَوَّلُ الْأَنْــوَاعِ مَــــا فَاءً أُعِـــلْ Contoh: وَعَدَ, يَسَرَ . b.     Pembagian bina’ mitsal Bina’ mitsal dibagi menjadi 2. 1)    Mitsal wawi. Mitsal wawi adalah kalimah yang fa’ fi’ilnya berupa huruf wawu. Contoh: وَعَدَ . 2)    Mitsal ya’i. Mitsal ya’i adalah kalimah yang fa’ fi’ilnya berupa huru...