Skip to main content

SORF BAGI PEMULA BAB I: PEMBAGIAN WAZAN TSULASY MUJARROD


Kalimat Fiil berdasarkan jumlah huruf yang menyusunnya dibagi menjadi 2, yakni Tsulasi (tiga huruf) dan Ruba'i (empat huruf).Setiap masing - masing fiil entah Tsulasy atau Ruba'i mempunyai wazan sebagai patokannya. untuk fiil Tsulasy menggunakan wazan فَعَلَ sedangkan untuk fiil ruba'i menggunakan wazan فَعْلَلَ.
"wazan adalah lafadz yang dijadikan patokan bagi tasrifan lafadz - lafadz lain. sedangkan lafadz yang ditimbang dengan wazan disebut mauzun. "
alasan pemilihan lafadz فَعَلَ sebagai wazan, dilihat dari 2 hal: yang pertama dari makna, lafadz فَعَلَ mempunyai makna yang komplek dan menyeluruh yaitu pekerjaan. yang kedua: dilihat dari susunan huruf lafadz فَعَلَ terdiri dari huruf dengan mahroj yang berbeda - beda, yakni ف berada pada bibir, ع berada pada tenggorokan dan ل berada pada lidah.
setiap fiil entah Tsulasy atau Ruba'i dibagi terbagi lagi dalam Mujarrod (tanpa tambahan huruf) dan Mazid (dengan tambahan huruf).
Pada Bab kali ini akan dibahas mengenai pembagian wazan Tsulasy Mujarrod. yang jumlahnya terdiri dari enam bab yang didasarkan pada harakat pada ain fiilnya.
"kenapa yang dijadikan patokan wazan harokat ain fiil ? karena pada kalimat fiil ain fiil akan selalu menyandang harakat jika tidak terkena i'lal "
untuk lebih mempermudah pembahasan wazan tsulasy mujarrod ini, kita identifikasi melalui harakat ain fiil pada fiil madhi, yakni:
1. Untuk Fiil Madhi yang ain fiilnya dibaca fathah, pada fiil mudhoreknya bisa dibaca tiga harakat, fathah, dzummah dan kasroh.
2. Untuk Fiil mandhi yang ain fiilnya dibaca kasroh, pada fiil mudhori'nya bisa dibaca 2 harakat Fathah dan Kasroh.
3. Untuk Fiil Madhi yang ain fiilnya dibaca dzummah, pada fiil mudhori'nya hanya bisa dibaca dzummah juga.

kesimpulan:
Bab Fiil Madhi Tsulasy Mujarrod jumlahnya ada 6 bab, yakni:
1. فَعَلَ- يَفْعُلُ
2. فَعَلَ - يَفْعَلُ
3. فَعَلَ - يَفْعِلُ
4. فَعِلَ - يَفْعَلُ
5. فَعِلَ - يَفْعِلُ
6. فَعُلَ - يَفْعُلُ
untuk mempermudah penghafalan 6 bab tsulasy mujarrod ini biasanya disingkat dengan:
BATU:فَعَلَ - يَفْعُلُ
KALI: فَعَلَ - يَفْعِلُ
MANA: فَعَلَ - يَفْعَلُ
BISA: فَعِلَ - يَفْعَلُ
TURUN:  فَعُلَ - يَفْعُلُ
SENDIRI:فَعِلَ - يَفْعِلُ

Comments

Popular posts from this blog

PROFIL PONDOK PESANTREN ASSALAFIYYAH AL MAS'UDIYYAH BLATER

PROFIL PONDOK PESANTREN ASSALAFIYYAH AL MAS'UDIYYAH BLATER Sekretariat : Dsn. Blater Ds. Jimbaran Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah Kode Pos 50651 Telp. (0298) 7136379 Hp:081 325 531 090 Email: pondok_blater@gmail.com Website: www.pondoksalaf_blater.org KATA PENGANTAR Ada beberapa ribu pondok salaf bahkan puluhan ribu pondok pesantren yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Dari pondok pesantren yang kecil yang muridnya hanya puluhan santri sampai pondok pesantren yang besar dengan murid mencapai ribuan santri. Setiap pondok pesantren mempunyai ciri khas sendiri-sendiri karena pondok pesantren dibentuk sesuai dengan maziyah dari kyai yang mendirikannya. Podok pesantren merupakan subsyistem tersendiri yang menjadikan kyai sebagai figur central. Seluruh warga pondok ( santri ) merupakan satu kesatuan system. Seluruh kegiatan dan aktifitas pondok pesantren adalah merupakan pelaksanaan aturan-aturan yang mengikat seluruh warga pondo...

SOROF BAGI PEMULA BAB VI : BINA' AJWAF

2. Bina’ ajwaf. a. Pengertian i. Bina’ ajwaf adalah kalimah yang ‘ain fi’ilnya berupa huruf ilat (bangsa perut). Contoh: قَالَ اصله قَوَلَ. بِهِ وَإِنْ بِجَوْفِهِ اجْوَفًا عُلِمْ وَنَاقِصًا قُلْ كَغَزَا إِنِ اخْتُتِمْ Bina’ ajwaf ini biasanya tertentu pada tiga bab . Yaitu: 1) فعَل - يفعُل. Contoh: قَالَ – يَقُوْلُ. 2) فعَل - يفعِل. Contoh: بَاعَ – يَبِيْعُ. 3) فعِل - يفعَل. Contoh: خَافَ – يَخَافُ. ii. Bina’ ajwaf adalah kalimah yang ‘ain fi’ilnya berupa huruf ilat. Contoh: صَامَ اصله صَوَمَ.(wawu di ganti menjadi alif,karena wawu berharokat  dan harokat sebelumnya berupa fathah). b. Pembagian. Bina’ ajwaf dibagi menjadi 2 1) Ajwafwawi. Bina’ ajwaf wawi adalah kalimah yang ‘ain fi’ilnya berupa huruf wawu. Contoh:قَال اصله قَوَلَ. 2) Ajwaf ya’i. Bina’ ajwaf ya’i adalah kalimah yang ‘ain fi’ilnya berupa huruf ya’. Contoh: سَارَ اصله سَيَرَ. Pengi’lalan tersebut dengan dasar: أَلِـفًا اِبْدِلْ بَـعْدَ فَتْحٍ مُتَّصِلْ مِنْ وَاوٍ أَوْ يَاءٍ بِتَحْرِيْك...

NAHWU BAGI PEMULA BAB VI : KALIMAT ISIM YANG DIBACA JER

MAHFUDHOTUL ASMA’ KALIMAT – KALIMAT ISIM YANG DIBACA JER Kalimat isim yang dibaca Jer disebabkan 3 hal : yakni: 1. Menjadi Mudhof Ilaih ( مضاف إليه)   contoh : أركان الإسلامِ 2. Menjadi Jer Majrur : Kalimat yang dibaca jerk arena kemasukan huruf Jer : مررت بزيدٍ 3. Menjadi Salah satu dari Isim Tabi’ (Tabi’ Sekawan) :          a. Menjadi naat yang ma'utnya majur :  مررت بزيدٍ العاقلِ        b. Menjadi athof yang ma'thufnya majrur :مررت بزيدٍ وعمرٍ        c. Menjadi taukid yang muakkadnya majrur : مررت بزيدٍ نفسهِ        d. Menjadi badal yang mubdal minhunya majrur: مررت بزيدِ اخيك