Skip to main content

NAHWU BAGI PEMULA BAB V : KALIMAT ISIM YANG DIBACA NASOB

MANSUBATUL ASMA’
KALIMAT – KALIMAT ISIM YANG DIBACA NASOB
Kalimat isim yang dibaca nasob jumlahnya ada 17:
1. Khobar  كان كان زيدٌ قائماً-
2. Isimnya إنَّ إن زيداً قائمٌ-
3. Maf’ul Bih (مفعول به) -ing
Atau Objek. Maf’ul Bih adalah kalimat isim yang dibaca nasob yang merupakan hal atau seseorang yang dikenai pekerjaan Fail. Atau kalimat isim yang jatuh setelah susunan fiil dan fail. ضرب زيدٌ عمراً
4. Maf’ul Muthlaq (مفعول مطلق) – Kelawan
Kalimat isim yang dibaca nasob yang bertujuan untuk mengukuhkan fiilnya. Contoh :  ضرب زيدٌ عمراً ضرباً (zaid memukul Umar dengan pukulan keras)
5. Maf’ul Maah (مفعول معه) - Sartane
Kalimat isim yang dibaca nasob yang menerangkan seseorang atau sesuatu yang bersaan dengan fail dalam melakukan fiil (pekerjaan).
Contoh:  إستوي الماء و الخسبة (air naik bersaam dengan kayu)
6. Maf’ul Lah (مفعول له) - Kerono
Kalimat isim yang dibaca rafa’ yang menerangkan tentang alasan fail melakukan fiil (pekerjaan).  قمتُ إكرماً لزيدٍ (Aku berdiri karena memulyakan zaid)
7. Maf’ul Fih (مفعول فييه) – Ingdalem
Kalimat isim yang dibaca nasob yang menerangkan waktu fail melakukan fiil (pekerjaan). صمتُ يومَ الخميس  (Aku berpuasa pada hari kamis)
8. Laa Nafi Jinis (لا نفي الجنس)
Laa Nafil Jinis (لا نفي الجنس) mempunyai pengamalan yang sama dengan إنّ  yakni menasobkan isimnya dan merafa’kan khobarnya. Jadi isimnya Laa Nafil Jinis (لا نفي الجنس) juga termasuk isim yang dibaca nasob.
9. Munada’ (منادي)  - Panggilan
Munada’ (منادي)  ada 5 macam, yang 3 dibaca nasob dan yang 2 dibaca rafa’ sehingga Munada’ (منادي) termasuk kalimat isim yang dibaca nasob.
5 Munada’ (منادي)  tersebut adalah:
a. Munada’ Mufrod (منادي مفرد) يا زيدُ –
b. Munada’ Nakiroh (منادي نكرة) يا رجلُ –
c. Munada’ Nakiroh Ghoiru Maqsudah (منادي نكرة غير مقصودة) يا رجلا خذ بيدي
d. Munada’ Mudhof  ( منادي مضاف)   يارسولَ الله
e. Munada’ Sibeh Mudhof ( منادي سبه المضاف)   يا طالعا جبلا
10. Khal (حال) - Khale
Kalimat isimyang dibaca nasob yang menerangkan kedaan fiilnya yang masih samar (tidak jelas). جاء جند راكبا
11. Tamziz (تمييز) – Apane
Kalimat isim yang dibaca nasob yang menerangkan Dzat yang masih samar.
تصبب زيد عرقا
12. Istisna’ (Pengecualian) dengan إلاّ
Istisna’ adalah kalimat isim yang dibaca nasob yang berfungsi untuk memasukkan hal kedalam hukum yang ditetapkan untuk fail atau mengeluarkannya dengan menggunakan إلاّ dan saudaranya. Saudara إلاّ yakni :
الا – خلا – عدا – سوى – سوى – حاسا – غير   نحو : قام القوم إلا زيداً
13. Dua Maf’ulnya Dzonna (ظنَّ)
Dzonna merupakan termasuk amil nawasikh kubro (amil yang merusak keseluruhan tarkib mubtada’ dan khobar) dengan menjadikan mubtada dan khobar sebagai dua maf’ul nya yang dibaca nasob.
ظننت خالدا منطلقا اصله خالد منطلق
14. Isim Tabi’ Lil Mansub
Yakni tabi’ sekawan yang mengikuti pada matbuk yang dibaca nasob, yakni :
- Naat mengikuti Man’ut yang dibaca Nasob : رايت زيدا العاقلَ
- Athof yang mengikuti Ma’thuf yang dibaca nasob: ضرب زيد عمرًا و بكرًا
- Taukid yang mengikuti Muakkad yang dibaca nasob : رأيت زيدَا نفسَه
- Badal yang mengikuti Mubdal Minhu yang dibaca Nasob:

Comments

  1. kata setelah syibeh mudof/kata penyempurna (طالعا) cara mengetahuinya itu di baca nashab jer atau rofak bagaimana

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

PROFIL PONDOK PESANTREN ASSALAFIYYAH AL MAS'UDIYYAH BLATER

PROFIL PONDOK PESANTREN ASSALAFIYYAH AL MAS'UDIYYAH BLATER Sekretariat : Dsn. Blater Ds. Jimbaran Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah Kode Pos 50651 Telp. (0298) 7136379 Hp:081 325 531 090 Email: pondok_blater@gmail.com Website: www.pondoksalaf_blater.org KATA PENGANTAR Ada beberapa ribu pondok salaf bahkan puluhan ribu pondok pesantren yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Dari pondok pesantren yang kecil yang muridnya hanya puluhan santri sampai pondok pesantren yang besar dengan murid mencapai ribuan santri. Setiap pondok pesantren mempunyai ciri khas sendiri-sendiri karena pondok pesantren dibentuk sesuai dengan maziyah dari kyai yang mendirikannya. Podok pesantren merupakan subsyistem tersendiri yang menjadikan kyai sebagai figur central. Seluruh warga pondok ( santri ) merupakan satu kesatuan system. Seluruh kegiatan dan aktifitas pondok pesantren adalah merupakan pelaksanaan aturan-aturan yang mengikat seluruh warga pondo...

SOROF BAGI PEMULA BAB VI : BINA' AJWAF

2. Bina’ ajwaf. a. Pengertian i. Bina’ ajwaf adalah kalimah yang ‘ain fi’ilnya berupa huruf ilat (bangsa perut). Contoh: قَالَ اصله قَوَلَ. بِهِ وَإِنْ بِجَوْفِهِ اجْوَفًا عُلِمْ وَنَاقِصًا قُلْ كَغَزَا إِنِ اخْتُتِمْ Bina’ ajwaf ini biasanya tertentu pada tiga bab . Yaitu: 1) فعَل - يفعُل. Contoh: قَالَ – يَقُوْلُ. 2) فعَل - يفعِل. Contoh: بَاعَ – يَبِيْعُ. 3) فعِل - يفعَل. Contoh: خَافَ – يَخَافُ. ii. Bina’ ajwaf adalah kalimah yang ‘ain fi’ilnya berupa huruf ilat. Contoh: صَامَ اصله صَوَمَ.(wawu di ganti menjadi alif,karena wawu berharokat  dan harokat sebelumnya berupa fathah). b. Pembagian. Bina’ ajwaf dibagi menjadi 2 1) Ajwafwawi. Bina’ ajwaf wawi adalah kalimah yang ‘ain fi’ilnya berupa huruf wawu. Contoh:قَال اصله قَوَلَ. 2) Ajwaf ya’i. Bina’ ajwaf ya’i adalah kalimah yang ‘ain fi’ilnya berupa huruf ya’. Contoh: سَارَ اصله سَيَرَ. Pengi’lalan tersebut dengan dasar: أَلِـفًا اِبْدِلْ بَـعْدَ فَتْحٍ مُتَّصِلْ مِنْ وَاوٍ أَوْ يَاءٍ بِتَحْرِيْك...

NAHWU BAGI PEMULA BAB VI : KALIMAT ISIM YANG DIBACA JER

MAHFUDHOTUL ASMA’ KALIMAT – KALIMAT ISIM YANG DIBACA JER Kalimat isim yang dibaca Jer disebabkan 3 hal : yakni: 1. Menjadi Mudhof Ilaih ( مضاف إليه)   contoh : أركان الإسلامِ 2. Menjadi Jer Majrur : Kalimat yang dibaca jerk arena kemasukan huruf Jer : مررت بزيدٍ 3. Menjadi Salah satu dari Isim Tabi’ (Tabi’ Sekawan) :          a. Menjadi naat yang ma'utnya majur :  مررت بزيدٍ العاقلِ        b. Menjadi athof yang ma'thufnya majrur :مررت بزيدٍ وعمرٍ        c. Menjadi taukid yang muakkadnya majrur : مررت بزيدٍ نفسهِ        d. Menjadi badal yang mubdal minhunya majrur: مررت بزيدِ اخيك