Skip to main content

NAHWU BAGI PEMULA BAB IV:KALIMAT ISIM YANG DIBACA ROFA'

MARFU’ATUL ASMA’
ISIM – ISIM YANG DIBACA RAFA’
Kalimat yang dibaca rafa’ ada 7, yakni:
1. Fail (فاعل), contoh: قام زيد
2. Naibul Fail (Pengganti Fail) (نائب الفاعل) contoh: ضُرِبَ عمرو (ضرب زيد عمرا)
3. Mubtada’ (مبتداء) contoh :    زيد قائم
4. Khobar زيد قائم,(خبر) ,
5. Isimnya   كان زيد قلئما كان
6. Khobarnya   إن زيدا قائم إنّ
7. Tabi’ 4
جاء زيد العاقل-  (نعت)
جاء زيد و عمرو-  (عطف)
جاء زيد نفسه-  (توكيد)
اكلت الوغيف ثلثه-  (بدل)
1. Fail asdalah kalimat isim yang dibaca rafa yang jatuh setelah fiil (pelaku pekerjaan (subjek))زَيْدٌ عَمْرًا .  ضَرَبَ
Fiil yang mempunyai fail dinamakan fiil yang mabni fail
2. Naibul Fail (Pengganti) Fail adalah Maf’ul bih atau yang lainnya yang menempati tempatnya fail yang dibuang dan diberi hukum2nya fail.
Fiil yang mempunyai naibul fail dinamakan fiil mabni maf’ul.
Cara membuat fiil mabni fail menjadi mabni maf’ul:
- Fiil Madhi yakni dengan membaca dzummah huruf awalnya dan membaca kasroh huruf sebelum ahir. (ضم اوله و كسر ما قبل الأخير)
ضَرَبَ  menjadi  ضُرِبَ
- Fiil Mudhori’ yakni dengan membaca dzummah awalnya dan membaca fathah huruf sebelum ahir. (ضم اوله و فتح ما قبل الأخير )
يَضْرِبُ menjadi يُضْرَبُ
3. Mubtada’ yakni kalimat isim yang dibaca rafa yang sepi dari amil lafdhi.   زَيْدٌ قَائِمٌ
Dan yang merafa’kan mubtada disebut dengan amil ma’nawi ibtida’.
4. Khobar yakni kalimat isim yang dibaca rafa’ yang jatuh setelah mubtada’
5. Isimnya  كانdan saudara – saudara nya.
كان merupakan amil nawasih sughro yakni amil yang merusak tarkib mubtada’ dan khobar.
Jadi pengamalanكان adalah merubah status mubtada’ menjadi isimnya كان yang dibaca rafa, dan merubah status khobar menjadi khobarnya كان yang dibaca Nasob (tarfa’ul isma wa tansibul khobar). زَيْدٌ قَائِمٌ  menjadi زَيْدٌ قَائِما كان
6. Khobarnya إنَّ  sama dengan كان yang juga merupakan amil nawasih sughro. Tapi berbeda dengan dengan كان pengamalan  إن sebaliknya yakni menasobkan isimnya dan merafa’kan khobarnya. (tansibul Isma wa tarfaul khobar). زَيْدٌ قَائِمٌ menjadi زَيْدا قَائِمٌ  إن
7. Tabi’ lil Marfu’ yakni kalimat – kalimat isim yang dibaca rafa’ karena mengikuti matbuknya yang juga dibaca rafa’
a. Na’at (نعت)  artinya “Kang“ merupakan sifat. جاء زيدٌ العاقلُ
Naat adalah kalimat isim yang dibaca rafa’ yang mengikuti man’utnya yang juga dibaca rafa’
Lafadz العاقلُ dibaca rafa’ sebagai naat yang mengikuti man’utnya lafadz زيدٌ
b. Athof (عطف)
Athof adalah kalimat isim yang dibaca rafa’ karena mengikuti ma’thufnya yang dibaca rafa’, dengan menggunakan perantara huruf athof yang jumlahnya ada 10 :         حتي,لكن,لا,إما,بل,أم,أو,ثم,فاء, واو
1. واو معنانيفون لن نحو جاء زيد و عمرو
2. فاء معنانيفون نولى نحو جاء زيد فعمرو
3. ثم معنانيفون نلى نحو جاء زيد ثم عمرو
4. او معنانيفون اتوا نحو جاء زيد او عمرو
5. ام معنانيفون اتوا نحو جاء زيد ام عمرو
6. بل معنانيفون باليك نحو جاء زيد بل عمرو
7. اما معنانيفون انا كالانى نحو جاء زيد اما عمرو
8. لكن معنانيفون تيتافينى نحو جاء زيد لكن عمرو
9. لا معنانيفون اورا نحو جاء زيد لا عمرو
10. حتى معنانيفون لن نحو جاء زيد حتى عمرو
c. Taukid (توكيد): yo
Taukid adalah kalimat isim yang dibaca rafa’ karena mengkuti muakkad yang dibaca rafa’dengan kalimat tertentu. Yakni jumlahnya ada 4 :
أجمعٌ,كلٌ,عينٌ,نَفْسٌ
خاء زيدٌ نفسه
d. Badal (بدل) : Rupane/ Suwijine
Badal adalah kalimat isim yang dibaca rafa’ karena mengikuti mubdal minhu yang dibaca rafa’yang bertujuan untuk menerangkan mubdal minhu nya.jika, mubdal minhu berupa kalimat isim maka badal juga harus berupa kalimat isim contoh :  جاء زيد اخوك
Dan jika mubdal minhu berupa kalimat fiil maka, badal juga harus kalimat fiil. Contoh : ومن بفعل ذلك يلف اثاما مضاعف له العذاب

Comments

Popular posts from this blog

PROFIL PONDOK PESANTREN ASSALAFIYYAH AL MAS'UDIYYAH BLATER

PROFIL PONDOK PESANTREN ASSALAFIYYAH AL MAS'UDIYYAH BLATER Sekretariat : Dsn. Blater Ds. Jimbaran Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah Kode Pos 50651 Telp. (0298) 7136379 Hp:081 325 531 090 Email: pondok_blater@gmail.com Website: www.pondoksalaf_blater.org KATA PENGANTAR Ada beberapa ribu pondok salaf bahkan puluhan ribu pondok pesantren yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Dari pondok pesantren yang kecil yang muridnya hanya puluhan santri sampai pondok pesantren yang besar dengan murid mencapai ribuan santri. Setiap pondok pesantren mempunyai ciri khas sendiri-sendiri karena pondok pesantren dibentuk sesuai dengan maziyah dari kyai yang mendirikannya. Podok pesantren merupakan subsyistem tersendiri yang menjadikan kyai sebagai figur central. Seluruh warga pondok ( santri ) merupakan satu kesatuan system. Seluruh kegiatan dan aktifitas pondok pesantren adalah merupakan pelaksanaan aturan-aturan yang mengikat seluruh warga pondo...

SOROF BAGI PEMULA BAB VI : BINA' AJWAF

2. Bina’ ajwaf. a. Pengertian i. Bina’ ajwaf adalah kalimah yang ‘ain fi’ilnya berupa huruf ilat (bangsa perut). Contoh: قَالَ اصله قَوَلَ. بِهِ وَإِنْ بِجَوْفِهِ اجْوَفًا عُلِمْ وَنَاقِصًا قُلْ كَغَزَا إِنِ اخْتُتِمْ Bina’ ajwaf ini biasanya tertentu pada tiga bab . Yaitu: 1) فعَل - يفعُل. Contoh: قَالَ – يَقُوْلُ. 2) فعَل - يفعِل. Contoh: بَاعَ – يَبِيْعُ. 3) فعِل - يفعَل. Contoh: خَافَ – يَخَافُ. ii. Bina’ ajwaf adalah kalimah yang ‘ain fi’ilnya berupa huruf ilat. Contoh: صَامَ اصله صَوَمَ.(wawu di ganti menjadi alif,karena wawu berharokat  dan harokat sebelumnya berupa fathah). b. Pembagian. Bina’ ajwaf dibagi menjadi 2 1) Ajwafwawi. Bina’ ajwaf wawi adalah kalimah yang ‘ain fi’ilnya berupa huruf wawu. Contoh:قَال اصله قَوَلَ. 2) Ajwaf ya’i. Bina’ ajwaf ya’i adalah kalimah yang ‘ain fi’ilnya berupa huruf ya’. Contoh: سَارَ اصله سَيَرَ. Pengi’lalan tersebut dengan dasar: أَلِـفًا اِبْدِلْ بَـعْدَ فَتْحٍ مُتَّصِلْ مِنْ وَاوٍ أَوْ يَاءٍ بِتَحْرِيْك...

NAHWU BAGI PEMULA BAB VI : KALIMAT ISIM YANG DIBACA JER

MAHFUDHOTUL ASMA’ KALIMAT – KALIMAT ISIM YANG DIBACA JER Kalimat isim yang dibaca Jer disebabkan 3 hal : yakni: 1. Menjadi Mudhof Ilaih ( مضاف إليه)   contoh : أركان الإسلامِ 2. Menjadi Jer Majrur : Kalimat yang dibaca jerk arena kemasukan huruf Jer : مررت بزيدٍ 3. Menjadi Salah satu dari Isim Tabi’ (Tabi’ Sekawan) :          a. Menjadi naat yang ma'utnya majur :  مررت بزيدٍ العاقلِ        b. Menjadi athof yang ma'thufnya majrur :مررت بزيدٍ وعمرٍ        c. Menjadi taukid yang muakkadnya majrur : مررت بزيدٍ نفسهِ        d. Menjadi badal yang mubdal minhunya majrur: مررت بزيدِ اخيك