Skip to main content

NAHWU BAGI PEMULA BAB III:I'ROB

I’ROB
I’rob dibagi menjadi 4, yakni:
1.    I’rob Rofa’ : mempunyai 4 alamat
a.    Dzummah (ضمة) menjadi alamt I’rob rofa’ bertempat pada 4. Yakni:
1.    Isim mufrod (اسم مفرد): kalimat isim yang menunjukkan makna tunggal, bukan dua ataupun jama’ جاء زيد
2.    Jama’ Taksir (جمع تكسير) : kalimat isim yang menunjukkan makna jama’ yang berubah dari bentuk mufrodnya, baik berubah bertambah maupun berkurang. جاء رجال
3.    Jama’ Muannas Salim(جمع مؤنث سالم): kalimat isim yang menunjukkan makna banyak untuk perempuan yang ditandai dengan adanya alif dan ta’ pada ahir kalimatnya sebagai tambahan. جاء المسلمات
4.    Fiil mudhoriq (فعل مضارع)yang sohih ahirnya dan tidak bertemu amil apapun (Amil Nasob, Amil Jazm) يضرب
b.    Wawu  (و)menjadi alamatnya I’rob rafa’ bertempat pada 2, yakni:
1.    Jama’ Mudzakar Salim
(جمع مذكر سالم): kalimat isim yang menunjukkan makna banyak untuk laki – laki yang ketika pada rofa’ di alamati dengan wawu (و)  dan nun جاء المسلمون (ن)  dan ketika pada nasob dan jer dialamati dengan ya’  (ي)dan nun (ن)  مررت بالمسلمين & رأيت المسلمين
2.    Asma’ul Khomsah (أسماء الخمسة)  yakni isim lima yang di alamati dengan huruf, yakni : أب, أخ, خم, فو,ذو
جاء ابوك, رأيت اباك, مررت بأبيك
c.    Alif menjadi alamatnya I’rob rofa’ bertempat pada 1, yakni: Isim Tasniyah: kalimat isim yang menunjukkan makna dua yang ketika pada I’rob rofa’ dialamati dengan Alif dan Nun dan ketika pada I’rob Nasob dan jer dialamati dengan Ya’ dan Nun
d.    Tetapnya Nun
Nun menjadi alamatnya I’rob rofa’ bertempat pada 1, yakni:Af’alul Khomsah: fiil mudhori’ yang diawali dengan ya’ dan ta’ yang bertemu dengan Alif tasniyah, wawu jama’ dan ya’ muannas mukhotobah.
2.    I’rob Nasob mempunyai 5 alamat, yakni:
a.    Fathah menjadi alamat nasob bertempat pada 3, yakni:
1)    Isim Mufrod
2)    Jama’ Taksir
3)    Fiil Mudhoriq yang kemasukan amil nasob
b.    Alif menjadi alamatnya I’rob nasob bertempat pada 1, yakni:
As’maul Khomsah
c.    Kasroh menjadi alamtnya I’rob nasob bertempat pada 1, yakni;
Jama’ Muannas Salim
d.    Ya’ menjadi alamatnya I’rob nasob bertempat pada 2, yakni:
1)    Jama’ mudzakar salim
2)    Isim tasniyah
Perbedaan antara isim tasniyah dan jama’ mudzakar salim pada keadaan nasob dan jer terletak pada pembacaan huruf sebelum ya’, jika pada isim tasniyah dibaca fathah, sedangkan pada jama’ mudzakar salim dibaca kasroh. Dan pada pembacaan nun pada isim tasniyah nun dibaca kasroh sedangkan pada jama’ mudzakar salim dibaca fathah
e.    Buang nun menjadi alamatnya I’rob nasib bertempat pada 1, yakni
Af’alul Khomsah
3.    I’rob Jer mempunyai 3 Alamat, yakni:
a.    Kasroh
Kasroh menjadi alamatnya I’rob jer bertempat pada 3 tempat:
1)    Isim Mufrod
2)    Jama’ Taksir
3)    Jama’ Muannas Salim
b.    Ya’
Ya’ menjadi alamatnya I’rob jer bertempat pada 3 tempat:
1)    Isim Tasniyyah
2)    Jama’ Mudzakar Salim
3)    As’maul Khomsah
c.    Fathah
Fathah menjadi alamatnya I’rob jer bertempat pada 1 tempat:
Yakni: Isim Ghoiru Munsorif.
Isim Ghoiru Munsorif: adalah kalimat isim mufrod atau jama’ taksir yang tidak bias meneriman tanwin.
4.    I’rob Jazm
I’rob jazm mempunyai 2 alamat, yakni:
a.    Membuang
-    Membuang huruf ilat
Membuang huruf ilat menjadi alamatnya I’rob jazm bertempat pada fiil mudhoriq yang ahirnya berupa huruf ilat dan kemasukan amil jazm.
-    Membuang Nun
Membuang nun menjadi alamatnya I’rob jazm bertempat pada Af’alul Khomsah yang kemasukan amil jazm.
b.    Sukun
Sukun menjadi alamatnya I’rob jazm bertempat pada fiil mudhoriq yang kemasukan amil jazm لم يضرب

Comments

Popular posts from this blog

PROFIL PONDOK PESANTREN ASSALAFIYYAH AL MAS'UDIYYAH BLATER

PROFIL PONDOK PESANTREN ASSALAFIYYAH AL MAS'UDIYYAH BLATER Sekretariat : Dsn. Blater Ds. Jimbaran Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah Kode Pos 50651 Telp. (0298) 7136379 Hp:081 325 531 090 Email: pondok_blater@gmail.com Website: www.pondoksalaf_blater.org KATA PENGANTAR Ada beberapa ribu pondok salaf bahkan puluhan ribu pondok pesantren yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Dari pondok pesantren yang kecil yang muridnya hanya puluhan santri sampai pondok pesantren yang besar dengan murid mencapai ribuan santri. Setiap pondok pesantren mempunyai ciri khas sendiri-sendiri karena pondok pesantren dibentuk sesuai dengan maziyah dari kyai yang mendirikannya. Podok pesantren merupakan subsyistem tersendiri yang menjadikan kyai sebagai figur central. Seluruh warga pondok ( santri ) merupakan satu kesatuan system. Seluruh kegiatan dan aktifitas pondok pesantren adalah merupakan pelaksanaan aturan-aturan yang mengikat seluruh warga pondo...

SOROF BAGI PEMULA BAB VI : BINA' AJWAF

2. Bina’ ajwaf. a. Pengertian i. Bina’ ajwaf adalah kalimah yang ‘ain fi’ilnya berupa huruf ilat (bangsa perut). Contoh: قَالَ اصله قَوَلَ. بِهِ وَإِنْ بِجَوْفِهِ اجْوَفًا عُلِمْ وَنَاقِصًا قُلْ كَغَزَا إِنِ اخْتُتِمْ Bina’ ajwaf ini biasanya tertentu pada tiga bab . Yaitu: 1) فعَل - يفعُل. Contoh: قَالَ – يَقُوْلُ. 2) فعَل - يفعِل. Contoh: بَاعَ – يَبِيْعُ. 3) فعِل - يفعَل. Contoh: خَافَ – يَخَافُ. ii. Bina’ ajwaf adalah kalimah yang ‘ain fi’ilnya berupa huruf ilat. Contoh: صَامَ اصله صَوَمَ.(wawu di ganti menjadi alif,karena wawu berharokat  dan harokat sebelumnya berupa fathah). b. Pembagian. Bina’ ajwaf dibagi menjadi 2 1) Ajwafwawi. Bina’ ajwaf wawi adalah kalimah yang ‘ain fi’ilnya berupa huruf wawu. Contoh:قَال اصله قَوَلَ. 2) Ajwaf ya’i. Bina’ ajwaf ya’i adalah kalimah yang ‘ain fi’ilnya berupa huruf ya’. Contoh: سَارَ اصله سَيَرَ. Pengi’lalan tersebut dengan dasar: أَلِـفًا اِبْدِلْ بَـعْدَ فَتْحٍ مُتَّصِلْ مِنْ وَاوٍ أَوْ يَاءٍ بِتَحْرِيْك...

NAHWU BAGI PEMULA BAB VI : KALIMAT ISIM YANG DIBACA JER

MAHFUDHOTUL ASMA’ KALIMAT – KALIMAT ISIM YANG DIBACA JER Kalimat isim yang dibaca Jer disebabkan 3 hal : yakni: 1. Menjadi Mudhof Ilaih ( مضاف إليه)   contoh : أركان الإسلامِ 2. Menjadi Jer Majrur : Kalimat yang dibaca jerk arena kemasukan huruf Jer : مررت بزيدٍ 3. Menjadi Salah satu dari Isim Tabi’ (Tabi’ Sekawan) :          a. Menjadi naat yang ma'utnya majur :  مررت بزيدٍ العاقلِ        b. Menjadi athof yang ma'thufnya majrur :مررت بزيدٍ وعمرٍ        c. Menjadi taukid yang muakkadnya majrur : مررت بزيدٍ نفسهِ        d. Menjadi badal yang mubdal minhunya majrur: مررت بزيدِ اخيك