Skip to main content

NAHWU BAGI PEMULA: BAB 1: KALIMAT ISIM, FIIL DAN HURUF

KALIMAT DALAM GRAMATIKA ARAB

Kalimat dalam gramatika arab merupakan bagian dari kalam. sedangkan kalam sendiri adalah ucapan yang tersusun - susun (murokab) atas beberapa kalimat yang bisa memberikan faidah (mufid) dan juga disengaja (wadho'). dalam gramatika indonesia kalimat hampir sama dengan kata.
Kalimat dalam Gramatika Arab dibagi menjadi 3 macam :
1. kalimat Isim (kata benda)
secara umum kalimat isim adalah kalimat yang menunjukkan nama orang atau benda. pertanda untuk kalimat huruf ada 6:
a. Tanwin زَيْدٌ
b. Alif dan Lam : المسجد
c. Kasroh (Jer) : من البيتِ
d. Mudhof : غُلاَمُ زَيْدٍ
Mudhof dan Mudhof ilaih merupakan gabungan dari 2 kalimat isim mengkhususkan atau menerangkan mudhofnya (kalimat isim yang pertama), dengan cara memperkirakan makna huruf jer.
tarkib Mudhof dan mudhof ilaih dinamakan dengan Tarkib Idhofah.
e. Huruf Munada' (kata Panggilan)
Huruf munada hanya bisa masuk pada kalimat isim oleh karenanya huruf munada' dimasukkan sebagai salah satu penanda kalimat isim. misal : ياَ زَيدُ
2. Kalimat Fiil (Kata Kerja)
Dalam gramatika bahasa indoenesia kita mengenal SPOK (Subjek, Predikat, Objek Dan Kata Keterangan), ya dalam Gramatika bahasa Arab disebut dengan Jumlah Fi'liyyah yakni Jumlah yang tersusun dari Fiil, Fail dan Maf'ul. Fiil sama denga predikat, Fail sama dengan Subjek dan Maf'ul sama dengan Objek (untuk kata keterang biasanya juga menggunakan bantuan huruf jer).
Contoh: ضَرَبَ زَيْدٌ عَمْرٌ
Berbeda dengan kalimat isim yang pertandanya bisa ditemukan langsung dalam setiap kalimatnya, untuk kalimat fiil pertandanya tidak bisa dilihat langsung pada kalimatnya akan tetapi "Bisa kemasukan" قد, سين, سوف, تاءتاءنيث
sebelum membahas lebih jauh tentang pertanda kaliat fiil, alangkah lebih baiknya kita pelajari terlebih dahulu pembagian kalimat fiil. perlu diketahui setiap kalimat fiil harus menunjukkan 2 hal yakni: makna pekerjaan dan makna waktu.
Kalimat fiil dibagi menjadi 3 macam berdasarkan rentetan waktunya.
A. Fiil Madhi
Fiil madhi adalah kalimat fiil yang menunjukkan sudah selesainya pekerjaan sebelum dikabarkan. atau disebut juga dengan kalimat fiil yang menunjukkan zaman lampau (madhi). ضَرَبَ
Fiil madhi ditandai dengan dapat dimasuk تاءتاءنيث , contoh: ضربَتْ
B. Fiil Mudhore'
Fiil mudhore' adalah kalimat fiil yang menunjukkan selesainya pekerjaan bersamaan dengan mengabarkan atau sesudah dikabarkan. disebut juga kalimat fiil yang menunjukkan zaman Khal (Sedang) dan Istiqbal (Akan). Fiil Madhi Ditandai dengan adanya huruf Mudhoroah di awal kalimatnya. huruf mudhoroah ada 4 macam : أ, ن,ي,ت
Fungsi huruf mudhoroah adalah untuk membedakan jenis Failnya.
pertanda untuk fiil mudhore' selain huruf mdhoroah ialah bisa dimasuki amil Jazm (لم dan yang lainya), bisa dimasuki amil nasob (ان dan yang lainnya).
C. Fiil Amar (kata Perintah)
Fiil Amar dimasukkan pada pembahasan kalimat fiil karena melihat bahwa fiil amar memiliki 2 madlul fiil yakni makna pekerjaan dan makna waktu. Fiil amar sendiri adalah kalimat yang menunjukkan makna perintah untuk melakukan suatu pekerjaan.
Fiil Amar ditandari dengan bisa dimasukki oleh ya' muannas mukhotobah (اِضْرِبْ: اِضْرِبِي)
3. Kalimat Huruf (Kata Sambung)
kalimat huruf memiliki beberapa ciri khusus yakni :
a. Kalimat huruf tidak memiliki alamat atau alamatnya adamiyatun.
b. kalimat huruf paling banyak hanya tersusun dari 1 atau 2 huruf, (walaupun juga ada yang tiga huruf tapi sedikit).
c. kalimat huruf tidak bisa berdiri sendiri artinya kalimat huruf hanya bisa menunjukkan makna jika disambung dengan kalimat lain (Isim atau Fiil)

Pembagian Kalimat Huruf , Berdasarkan hubunganya dengan kalimat lain (Isim atau Fiil), kalimat huruf dibagi menjadi 3:
1. Kalimat Huruf yang bisa masuk pada kalimat Isim dan Fiil, misal: huruf Istifham (هل)
2. Kalimat Huruf yang hanya bisa masuk pada kalimat isim saja. misal: Huruf Jer (من)
3. Kalimat Huruf yang hanya bisa masuk pada kalimat fiil saja. misal: Amil Nasob dan amil Jazm


Comments

Popular posts from this blog

PROFIL PONDOK PESANTREN ASSALAFIYYAH AL MAS'UDIYYAH BLATER

PROFIL PONDOK PESANTREN ASSALAFIYYAH AL MAS'UDIYYAH BLATER Sekretariat : Dsn. Blater Ds. Jimbaran Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah Kode Pos 50651 Telp. (0298) 7136379 Hp:081 325 531 090 Email: pondok_blater@gmail.com Website: www.pondoksalaf_blater.org KATA PENGANTAR Ada beberapa ribu pondok salaf bahkan puluhan ribu pondok pesantren yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Dari pondok pesantren yang kecil yang muridnya hanya puluhan santri sampai pondok pesantren yang besar dengan murid mencapai ribuan santri. Setiap pondok pesantren mempunyai ciri khas sendiri-sendiri karena pondok pesantren dibentuk sesuai dengan maziyah dari kyai yang mendirikannya. Podok pesantren merupakan subsyistem tersendiri yang menjadikan kyai sebagai figur central. Seluruh warga pondok ( santri ) merupakan satu kesatuan system. Seluruh kegiatan dan aktifitas pondok pesantren adalah merupakan pelaksanaan aturan-aturan yang mengikat seluruh warga pondo...

SOROF BAGI PEMULA BAB VI : BINA' AJWAF

2. Bina’ ajwaf. a. Pengertian i. Bina’ ajwaf adalah kalimah yang ‘ain fi’ilnya berupa huruf ilat (bangsa perut). Contoh: قَالَ اصله قَوَلَ. بِهِ وَإِنْ بِجَوْفِهِ اجْوَفًا عُلِمْ وَنَاقِصًا قُلْ كَغَزَا إِنِ اخْتُتِمْ Bina’ ajwaf ini biasanya tertentu pada tiga bab . Yaitu: 1) فعَل - يفعُل. Contoh: قَالَ – يَقُوْلُ. 2) فعَل - يفعِل. Contoh: بَاعَ – يَبِيْعُ. 3) فعِل - يفعَل. Contoh: خَافَ – يَخَافُ. ii. Bina’ ajwaf adalah kalimah yang ‘ain fi’ilnya berupa huruf ilat. Contoh: صَامَ اصله صَوَمَ.(wawu di ganti menjadi alif,karena wawu berharokat  dan harokat sebelumnya berupa fathah). b. Pembagian. Bina’ ajwaf dibagi menjadi 2 1) Ajwafwawi. Bina’ ajwaf wawi adalah kalimah yang ‘ain fi’ilnya berupa huruf wawu. Contoh:قَال اصله قَوَلَ. 2) Ajwaf ya’i. Bina’ ajwaf ya’i adalah kalimah yang ‘ain fi’ilnya berupa huruf ya’. Contoh: سَارَ اصله سَيَرَ. Pengi’lalan tersebut dengan dasar: أَلِـفًا اِبْدِلْ بَـعْدَ فَتْحٍ مُتَّصِلْ مِنْ وَاوٍ أَوْ يَاءٍ بِتَحْرِيْك...

NAHWU BAGI PEMULA BAB VI : KALIMAT ISIM YANG DIBACA JER

MAHFUDHOTUL ASMA’ KALIMAT – KALIMAT ISIM YANG DIBACA JER Kalimat isim yang dibaca Jer disebabkan 3 hal : yakni: 1. Menjadi Mudhof Ilaih ( مضاف إليه)   contoh : أركان الإسلامِ 2. Menjadi Jer Majrur : Kalimat yang dibaca jerk arena kemasukan huruf Jer : مررت بزيدٍ 3. Menjadi Salah satu dari Isim Tabi’ (Tabi’ Sekawan) :          a. Menjadi naat yang ma'utnya majur :  مررت بزيدٍ العاقلِ        b. Menjadi athof yang ma'thufnya majrur :مررت بزيدٍ وعمرٍ        c. Menjadi taukid yang muakkadnya majrur : مررت بزيدٍ نفسهِ        d. Menjadi badal yang mubdal minhunya majrur: مررت بزيدِ اخيك