Skip to main content

NAHWU BAGI PEMULA BAB II : KALIMAT YANG MU'ROB BESERTA CONTOH


TABEL KALIMAT YANG MU'ROB
I'rob adalah perubahan ahir kalimat disebabkan perbedaan amil yang memasukinya. Karena i'rob membahas pembacaan ahir kalimat maka erat kaitannya dengan harakat. pembagian i'rob sendiri didasarkan pada jumlah harokat yakni ada 4. 
1. Dzummah merupakan alamat pokok bagi i'rob Rofa'. dengan wawu, alif dan nun sebagai penggantinya.
2. Fathah merupakan alamat pokok bagi i'rob Nasob. dengan kasroh, alif, ya' dan hadfun nun sebagai penggantinya. 
3. kasroh merupakan alamat pokok bagi i'rob Jer. dengan ya' dan fathah sebagai penggantinya. 
4. Sukun merupakan alamat pokok bagi I'rob Jazm. dengan Hadfu Huruf Ilat dan Hadfun Nun sebagai penggantinya.
Berikut Ini Tabel kalimat yang Mu'rob (dapat berubah ahir kalimatnya) beserta alamat dan contohnya:
NO
KALIMAT
PENGERTIAN
I’ROB
ALAMAT
CONTOH
1
Isim Mufrod
Kalimat Isim Yang menunjukkan makna Satu orang/benda, bukan 2 atau lebih
Rofa’
Dzummah
جاء زيدٌ
Nasob
Fathah
رأيت زيداً
Jer
Kasroh
مررت بزيدٍ
2
Isim Tasniah
Kalimat Isim Yang menunjukkan Makna 2 orang/benda yang ketika rafa’ dialamati alif dan nun dan ketika nasob dan jer ya’ dan nun.
Rofa’
Alif (dan Nun)
جاء زيدان
Nasob
Ya’ (dan Nun)
رأيت زيدَينِ
Jer
Ya’ (dan Nun)
مررت بالزَيدَينِ
3
Isim Jama’ Taksir
Kalimat Isim yang menunjukkan  makna banyak (Lebih dari 3), yang berubah dari bentuk (bina’) mufrodnya, baik berubah
 tambah atau kurang.
Rofa’
Dzummah
جاء رجالٌ
Nasob
Fathah
رايت رجالً
Jer
Kasroh
مررت برجالٍ
4
Jama’ Muannas Salim
Kalimat Isim Yang menunjukkan makna perempuan banyak (jamak), yang ditandai denga Alif dan ta’ pada ahir kalimatnya sebagai tambahan.
Rofa’
Dzummah
جاء المسلماتُ
Nasob
Kasroh
رأيت المسلماتِ
Jer
Kasroh
مررت بالمسلماتِ
5
Jama’ Mudzakar Salim
Kalimat Isim yang menunjukkan Laki – Laki Banyak, yang ketika rafa’ dialamati dengan wawu dan nun dan ketika nasob dan jer dengan ya’ dan nun
Rafa’
Wawu
جاء المسلمُونَ
Nasob
Ya’ (Dan Nun)
رأيت المسلمِينَ
Jer
Ya’ (Dan Nun)
مررت بالمسلمِينَ
6
Asma’ul Khomsah
Isim 5 Yakni : أبٌ, أخٌ, حمٌ, ذو, فو
Rafa’
Wawu
جاء ابوك
Nasob
Alif
رأيت أباك
Jer
Ya’
مررت بأبيك
7
Isim Ghoiru Munsorif
Isim Mufrod dan jama’ taksir yang tidak bisa menerima tanwin.
Rafa
Dzummah
جاء احمدُ
Nasob
Fathah
رايت أحمدَ
Jer
Fathah
مررت بأحمد
8
Fiil Mudhori’ Yang Sohih Ahirnya
Kalimat Fiil yang menunjukkan zaman Khal (sekarang/sedang) dan Istiqbal (Yang akan datang). Dialamati dengan huruf Mudhoroah 4, yakni : alif, nun, ya’ dan ta’
Rafa’
Dzummah
يضربُ
Nasob
Fathah
ان يضربَ
Jazm
Sukun
لم يضربْ
9
Fiil Mudhori’ Yang Mu’tal Ahir

Rafa’
Dzummah (Muqoddar – dikira - kirakan)
يغزو

Nasob
Fathah (Muqoddar)
ان يغزو

Jazm
Membuang Huruf Ilat
لم يغز
10
Af’alul Khomsah
Fiil MUdhori’ yang diawali dengan Ya’ dan Nun Yang bertemu dengan Alif Tasniah, Wawu Jama’ dan Ya’ Muannas Mukhotobah.
Rafa’
Nun
يفعلان – تفعلان
يفعلون – تفعلون
تفعلين
Nasob
Buang Nun
ان يفعلا – ان تفعلا
ان يفعلوا – ان يفعلوا
ان نفعلي
Jazm
Buang Nun
لم يفعلا – لم يفعلا
لم يفعلوا – لم تفعلوا
لم تفعلي

Comments

Popular posts from this blog

PROFIL PONDOK PESANTREN ASSALAFIYYAH AL MAS'UDIYYAH BLATER

PROFIL PONDOK PESANTREN ASSALAFIYYAH AL MAS'UDIYYAH BLATER Sekretariat : Dsn. Blater Ds. Jimbaran Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah Kode Pos 50651 Telp. (0298) 7136379 Hp:081 325 531 090 Email: pondok_blater@gmail.com Website: www.pondoksalaf_blater.org KATA PENGANTAR Ada beberapa ribu pondok salaf bahkan puluhan ribu pondok pesantren yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Dari pondok pesantren yang kecil yang muridnya hanya puluhan santri sampai pondok pesantren yang besar dengan murid mencapai ribuan santri. Setiap pondok pesantren mempunyai ciri khas sendiri-sendiri karena pondok pesantren dibentuk sesuai dengan maziyah dari kyai yang mendirikannya. Podok pesantren merupakan subsyistem tersendiri yang menjadikan kyai sebagai figur central. Seluruh warga pondok ( santri ) merupakan satu kesatuan system. Seluruh kegiatan dan aktifitas pondok pesantren adalah merupakan pelaksanaan aturan-aturan yang mengikat seluruh warga pondo...

SOROF BAGI PEMULA BAB VI : BINA' AJWAF

2. Bina’ ajwaf. a. Pengertian i. Bina’ ajwaf adalah kalimah yang ‘ain fi’ilnya berupa huruf ilat (bangsa perut). Contoh: قَالَ اصله قَوَلَ. بِهِ وَإِنْ بِجَوْفِهِ اجْوَفًا عُلِمْ وَنَاقِصًا قُلْ كَغَزَا إِنِ اخْتُتِمْ Bina’ ajwaf ini biasanya tertentu pada tiga bab . Yaitu: 1) فعَل - يفعُل. Contoh: قَالَ – يَقُوْلُ. 2) فعَل - يفعِل. Contoh: بَاعَ – يَبِيْعُ. 3) فعِل - يفعَل. Contoh: خَافَ – يَخَافُ. ii. Bina’ ajwaf adalah kalimah yang ‘ain fi’ilnya berupa huruf ilat. Contoh: صَامَ اصله صَوَمَ.(wawu di ganti menjadi alif,karena wawu berharokat  dan harokat sebelumnya berupa fathah). b. Pembagian. Bina’ ajwaf dibagi menjadi 2 1) Ajwafwawi. Bina’ ajwaf wawi adalah kalimah yang ‘ain fi’ilnya berupa huruf wawu. Contoh:قَال اصله قَوَلَ. 2) Ajwaf ya’i. Bina’ ajwaf ya’i adalah kalimah yang ‘ain fi’ilnya berupa huruf ya’. Contoh: سَارَ اصله سَيَرَ. Pengi’lalan tersebut dengan dasar: أَلِـفًا اِبْدِلْ بَـعْدَ فَتْحٍ مُتَّصِلْ مِنْ وَاوٍ أَوْ يَاءٍ بِتَحْرِيْك...

NAHWU BAGI PEMULA BAB VI : KALIMAT ISIM YANG DIBACA JER

MAHFUDHOTUL ASMA’ KALIMAT – KALIMAT ISIM YANG DIBACA JER Kalimat isim yang dibaca Jer disebabkan 3 hal : yakni: 1. Menjadi Mudhof Ilaih ( مضاف إليه)   contoh : أركان الإسلامِ 2. Menjadi Jer Majrur : Kalimat yang dibaca jerk arena kemasukan huruf Jer : مررت بزيدٍ 3. Menjadi Salah satu dari Isim Tabi’ (Tabi’ Sekawan) :          a. Menjadi naat yang ma'utnya majur :  مررت بزيدٍ العاقلِ        b. Menjadi athof yang ma'thufnya majrur :مررت بزيدٍ وعمرٍ        c. Menjadi taukid yang muakkadnya majrur : مررت بزيدٍ نفسهِ        d. Menjadi badal yang mubdal minhunya majrur: مررت بزيدِ اخيك